21 Tahun Regia Maria Bunda Kristus Maumere

21 Tahun Regia Maria Bunda Kristus Maumere
shere Sekarang ya?

Dari Jejak Sejarah Menuju Perutusan Baru di Tanah Flores

Maumere, 15 Agustus 2026 — Perayaan 21 tahun Regia Maria Bunda Kristus Maumere menjadi momentum penuh syukur bagi seluruh legioner di Flores.

Tepat pada 15 Agustus 2026, Regia Maria Bunda Kristus Maumere mengenang 21 tahun sejak dikukuhkan secara definitif pada 15 Agustus 2005.Namun, sejarah Legio Maria di Maumere sesungguhnya telah dimulai jauh sebelumnya.

Pada dekade 1950-an, semangat Legio Maria mulai berkembang di kalangan siswa-siswi SGA Bhaktyarsa Maumere. Tahun 1957 telah terdapat presidium yunior, kemudian pada 1958 berdiri Presidium Senior Maria Regina. Setahun kemudian lahir Presidium Maria Pembantu Tetap.

Perkembangan tersebut menjadi dasar bagi terbentuknya Kuria Bunda Penasehat Baik Maumere pada 1963, yang tercatat sebagai kuria pertama di Flores. Selanjutnya, pada 15 Agustus 1965, bertepatan dengan Pesta Maria Diangkat ke Surga, berdirilah Komisium Bunda Kristus Maumere, yang ketika itu membawahi tujuh kuria dan 17 presidium.Dari Maumere, benih Legio Maria kemudian berkembang ke berbagai wilayah Flores.

Bangkit dari Masa-Masa Sulit

Perjalanan panjang Legio Maria tidak selalu berlangsung mudah. Komisium Bunda Kristus Maumere pernah mengalami masa suram pada 1973–1975. Namun, pada 1976, semangat legioner kembali dibangkitkan dengan semangat “Sekali Legio, Tetap Legio.”

Acies dirayakan sebagai momentum pembaruan semangat dan penyerahan diri kepada Maria. Tantangan kembali muncul pada 1983–1986, tetapi Legio sekali lagi mampu bangkit dan menata kembali kehidupan organisasinya.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kekuatan Legio bukan karena tidak pernah mengalami kesulitan, melainkan karena selalu memiliki keberanian untuk bangkit dan melanjutkan perutusan.

Dari Maumere, Legio Menyebar ke Seluruh FloresSalah satu buah penting perjalanan Legio Maria di Maumere adalah berkembangnya dewan-dewan baru di berbagai wilayah Flores.

Dalam perjalanan sejarahnya, lahirlah sejumlah Komisium, antara lain: Maria Reinha Rosario – Larantuka (1991)Maria Ratu Damai – Ruteng (1993)Maria Ratu Karmel – Bajawa (2000)Maria Pertolongan Orang Kristen – Ende (2000)Maria Bunda Penebus – Waiwerang (2007)Maria Bunda Pengantara Rahmat – Lewoleba (2010)Maria Bunda Penolong Abadi – Borong (2012)Maria Bunda Sang Sabda – Danga (2013)Maria Ratu Damai – Welamosa (2017)Maria Stella Maris – Labuan Bajo (2022)Maria Bunda Segala Bangsa – Boawae (2023)Jejak tersebut menunjukkan bahwa Legio Maria tidak berhenti pada satu tempat.

Dari Maumere, semangat kerasulan terus bergerak, bertumbuh dan melahirkan kekuatan baru di berbagai penjuru Flores.Hadiah Istimewa pada Usia 21 TahunPerayaan 21 tahun Regia Maria Bunda Kristus Maumere tahun ini memiliki makna khusus.

Dalam Rapat Senatus Kupang, Minggu, 9 Agustus 2026, diumumkan terbentuknya Pra-Regia Maria Ratu Karmel Bajawa untuk wilayah Flores Barat. Pra-Regia tersebut membawahi sejumlah dewan, yakni Komisium Maria Pertolongan Orang Kristen Ende, Komisium Maria Ratu Damai Welamosa, Komisium Maria Bunda Segala Bangsa Boawae, Komisium Maria Bunda Sang Sabda Danga, Komisium Maria Bunda Penolong Abadi Borong, Komisium Maria Ratu Damai Ruteng, Komisium Maria Stella Maris Labuan Bajo, serta kuria dan presidium asuhan langsung Bajawa.

Pembentukan Pra-Regia ini merupakan buah dari proses pembinaan, pendampingan dan pertumbuhan Legio Maria yang berlangsung selama beberapa tahun. Karena itu, kelahiran Pra-Regia Maria Ratu Karmel Bajawa pada momentum 21 tahun Regia Maria Bunda Kristus Maumere memiliki pesan simbolis yang kuat: yang bertumbuh harus berani melahirkan.

Pemekaran Bukan Kehilangan Bagi Legio Maria, pemekaran bukanlah kehilangan, melainkan tanda pertumbuhan. Maumere tidak menjadi lebih kecil karena melahirkan dewan-dewan baru. Sebaliknya, sejarah Maumere justru semakin kuat karena semangat kerasulannya telah menghasilkan generasi dan struktur baru.

Pemekaran berarti mengutus saudara.

Pemekaran berarti memperluas jangkauan pelayanan. Pemekaran berarti memberikan kepercayaan kepada generasi dan wilayah baru. Dan pemekaran berarti membuka jalan agar karya kerasulan Maria semakin luas menjangkau umat.

Dari Mengenang Menjadi Mengutus Memasuki usia 21 tahun, Regia Maria Bunda Kristus Maumere tidak cukup hanya mengenang sejarah. Perayaan ini harus menjadi kesempatan untuk memperbarui perutusan.

Sejarah Legio tidak hanya ditulis dalam buku. Sejarah Legio ditulis melalui kaki yang berjalan, lutut yang berdoa, tangan yang melayani dan hati yang setia. Karena itu, para legioner diajak untuk kembali kepada inti kerasulan: doa, pembinaan, kunjungan, pelayanan dan perutusan. Masih banyak keluarga yang membutuhkan pendampingan. Masih ada umat yang sakit dan membutuhkan kunjungan.

Masih ada mereka yang tersisih dan membutuhkan perhatian. Masih ada umat yang menjauh dari kehidupan Gereja. Di sanalah Legio Maria dipanggil untuk hadir. Menjangkau Generasi Muda dan Anak-Anak Tantangan Legio Maria ke depan juga terletak pada kemampuan membangun generasi penerus. Legio perlu semakin membuka ruang bagi kaum laki-laki, orang muda dan anak-anak. Orang muda tidak cukup hanya dijadikan peserta kegiatan, tetapi perlu diberi kepercayaan untuk berpikir, berkreasi, memimpin dan menjalankan kerasulan sesuai tantangan zaman.

Anak-anak juga perlu diperkenalkan sejak dini kepada Maria, Gereja dan semangat pelayanan. Generasi penerus tidak boleh dicari ketika generasi sekarang sudah kehabisan tenaga. Mereka harus dipersiapkan sejak sekarang. Menjadi Pewaris Sekaligus Penerus Para legioner masa kini diajak untuk tidak hanya menjadi pewaris sejarah, tetapi menjadi penerus sejarah.

Pertanyaan penting yang perlu direnungkan bukan hanya:“Apa yang sudah Legio berikan kepada saya?”Tetapi juga:“Apa yang sudah saya berikan kepada Legio?”Legioner sejati bukan hanya mereka yang mengenakan seragam, memegang jabatan atau menghadiri rapat.

Legioner sejati adalah mereka yang setia berdoa, berani melayani, tekun mengunjungi umat, rendah hati dan tetap berjalan meskipun tidak selalu mendapatkan penghargaan. Legio yang Hidup adalah Legio yang Terus BergerakPerayaan 21 tahun Regia Maria Bunda Kristus Maumere menjadi kesempatan untuk melihat masa lalu dengan rasa syukur dan memandang masa depan dengan harapan.

Di belakang terdapat sejarah panjang para pendahulu. Di depan terdapat generasi baru yang menunggu untuk dibina dan diutus. Karena itu, harapan besar bagi Legio Maria di Flores adalah agar semakin banyak paroki memiliki presidium yang hidup, kuria yang kuat dan legioner yang sungguh menjalankan karya kerasulan. Legio Maria dipanggil untuk hadir di tengah keluarga, mengunjungi yang sakit, mendampingi mereka yang membutuhkan, merangkul orang muda, membina anak-anak dan membawa umat semakin dekat kepada Kristus.

Maumere telah menanam. Flores telah bertumbuh. Bajawa kini mendapat tanggung jawab baru untuk melanjutkan perutusan.Apa yang ditanam para pendahulu harus dirawat. Apa yang telah dibangun harus dikuatkan. Apa yang diwariskan harus dikembangkan. Dan apa yang dimulai hari ini harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Selamat 21 Tahun Regia Maria Bunda Kristus Maumere. Selamat atas babak baru Pra-Regia Maria Ratu Karmel Bajawa.

Semoga Maria terus menjadi Bintang yang menuntun perjalanan para legioner, sehingga setiap karya kerasulan Legio Maria di Flores semakin membawa umat kepada Putranya, Yesus Kristus.

Sekali Legio, Tetap Legio

Ivanna GaharpungKetua Regia Maria Bunda Kristus Maumere