Komisium Ende Tegaskan Kesetiaan pada Sistem Legio Maria

Komisium Ende Tegaskan Kesetiaan pada Sistem Legio Maria
shere Sekarang ya?

Ende, Bina Ola Ngari, — 27 September 2026

Rapat Komisium Legio Maria Ende yang berlangsung di Bina Ola Ngari, Ende, pada 27 September 2026, menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya kesetiaan terhadap sistem dan pedoman Legio Maria dalam menjalankan karya kerasulan.

Pertemuan yang dilaksanakan dalam suasana Doa tersebut dihadiri oleh para perwira dan anggota Legio Maria dari berbagai tingkat dan struktur sebagai komitmen dalam menjalankan agenda organisasi kerohania diwilayah Keuskupan agung Ende

Ketua Komisium Legio Maria Ende, Hendrikus Laka, dalam arahannya menegaskan bahwa sistem Legio Maria tidak dapat diubah atau dijalankan berdasarkan selera pribadi seorang pemimpin.

Menurutnya, seluruh tata kerja dan mekanisme Legio telah memiliki pedoman yang jelas sebagaimana tertuang dalam Buku Pedoman Legio Maria.

“Sistem Legio sudah ada. Kita tidak boleh membuat sistem sendiri sesuai dengan selera pemimpin. Karena itu, setiap rapat dan setiap keputusan perlu kita bawa dalam doa,” tegas Hendrikus Laka.

Ia mengingatkan bahwa Legio Maria memiliki karakter yang berbeda dari organisasi pada umumnya. Legio bukan semata-mata organisasi sosial, melainkan sebuah gerakan kerasulan awam yang memiliki spiritualitas, struktur, tata kerja, dan disiplin yang khas.

Dalam semangat tersebut, Bunda Maria menjadi Panglima Legio, sementara setiap legioner dipanggil untuk menjalankan tugas pelayanan dengan kerendahan hati dan kesetiaan.

Penegasan serupa disampaikan oleh Andreas Kaidu, salah seorang perwira Komisium Ende sekaligus anggota Tim Visitasi Komisium. Dalam agenda Rapat Soal Keliling, Andreas mengingatkan bahwa menjadi perwira Legio Maria berarti menerima panggilan untuk melayani.

“Tugas kita sebagai pemimpin atau perwira Legio Maria adalah melayani. Jangan sampai kita menjadi pemimpin lalu membuat sistem Legio sesuai dengan selera kita sendiri. Sistem ini telah dijalankan selama ratusan tahun dan karena itu perlu kita taati,” ungkap Andreas.

Menurutnya, kekuatan Legio Maria tidak hanya terletak pada struktur organisasinya, tetapi terutama pada kehidupan doa, ketaatan, persaudaraan, dan kesediaan untuk melayani.

Melahirkan Sejumlah Keputusan Penting

Rapat Komisium Ende tersebut juga menghasilkan sejumlah keputusan penting bagi perkembangan Legio Maria di wilayah pelayanan Komisium Ende.

Pertama, peningkatan status Kuria Wolowaru menjadi Komisium. Keputusan ini menjadi bagian dari perkembangan struktur Legio sekaligus diharapkan memperkuat koordinasi dan pelayanan kerasulan di wilayah tersebut.

Kedua, peningkatan status Pra-Kuria dan Pra-Kuria Kamubheka menjadi Kuria. Peningkatan status tersebut menjadi tanda berkembangnya kehidupan dan karya kerasulan Legio Maria di wilayah masing-masing.

Ketiga, penguatan kapasitas para perwira Pra-Kuria Woronio. Penguatan ini diarahkan untuk membantu para perwira memahami tugas, tanggung jawab, spiritualitas, serta tata kerja Legio Maria secara lebih baik.

Rangkaian keputusan tersebut diharapkan tidak berhenti pada perubahan struktur administratif, tetapi sungguh menjadi sarana untuk memperkuat kehidupan rohani dan karya kerasulan legioner di tengah umat.

Kembali kepada Spiritualitas dan Pedoman Legio Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para legioner untuk melihat kembali jati diri Legio Maria. Di tengah berbagai tantangan pelayanan, para perwira diajak untuk tidak kehilangan akar utama Legio, yakni doa, kesetiaan kepada pedoman, ketaatan, persaudaraan, dan pelayanan kepada umat.

Pesan yang mengemuka dalam rapat tersebut sederhana namun mendasar: Legio Maria memiliki sistem yang harus dihormati dan dijalankan bersama, bukan dibentuk kembali berdasarkan kehendak pribadi pemimpin.

Dengan semangat tersebut, Komisium Ende mengajak seluruh jajaran Legio Maria untuk terus berkarya, melayani umat, dan membangun kerja sama yang semakin baik bersama para imam serta struktur hierarki Gereja di Keuskupan Agung Ende.

Pertemuan ditutup dalam semangat persaudaraan dan doa, dengan harapan agar seluruh karya kerasulan Legio Maria senantiasa menjadi persembahan bagi kemuliaan Allah dan pelayanan kepada umat.

“Semoga Tuhan Yesus memberkati setiap karya pelayanan kita dan Bunda Maria senantiasa mendoakan serta membimbing kita dalam menjalankan tugas kerasulan.”

Ditulis Oleh: Jhuan Mari